Air
Terjun Coban Rondo merupakan salah satu wahana wisata yang dimiliki di kabupaten
Malang.Terletak Ântara ±12 km dari kota Batu,atau tepatnya di Desa Pandansari
kecamatan Pujon,dengan jarak tempuh setengah jam dari pusat kota Malang dengan
mengendarai motor berkecepatan 60 km/jam.
Kawasan wana wisata air terjun
Coban Rondo berketinggian 60m. Jalan masuk menuju lokasi
sudah beraspal,sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengujungi
obyek wahana wisata ini.Kita juga dapat melihat panorama kota Batu,aneka tanaman
toga,aneka satwa serta penginapan yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
Banyak
fasilitas yang tersedia didaerah air terjun Coban Rondo antara lain;Out Bound
management training, terdapat bumi perkemahan di alam bebas, atraksi gajah,
penginapan dengan harga yang terjangkau, lintas sepeda gunung, lintas hutan
indah. Disini anda sangatlah dimanjakan alam yang sangat indah dan masih alami.
Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi,
sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.
Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut
selapan(bahasa jawa).Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang
merupakan asal dari suami namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai
pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan.
Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang
terjadi di perjalanan.
Ketika ditengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan adirnya
Joko Lelono,yang tidak jelas asal-usulnya.Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan
kecantikan dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya.Akibatnya
perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak
terhindarkan kepada para pembantunya atau juga disebut punokawan yang menyertai
kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati
disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di coban atau air terjun.
Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono
berlangsung seru dan mereka berdua gugur.Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi
seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.Sejak saat itulah coban atau
air terjun yempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan COBAN RONDO.Konon
batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi
nasib.
Walaupun ada sejarah yang menyedihkan tentang Air Terjun Cuban Rondo tetapi itu tidak menyurutkan niatan masyarakat untuk mengunjungi wisata air terjun ini.
Jadi bagaimana dengan anda? Mau mencoba menikmatinya?


0 komentar:
Post a Comment